Senin, 01 Februari 2016

Keterbatasan Bukan Penghalang

Apakah Anda tahu alat musik biola? Biola adalah alat music berdawai yang dimainkan dengan cara digesek dan memiliki empat buah senar.
Ada sebuah kisah inspiratif dari seorang genius pemain biola dari Italia yang bernama Nicolo Paganini. Ia salah seorang virtuoso biola paling terkenal dan disebut-sebut sebagai salah seorang pemain biola terhebat yagn pernah hidup dengan intonasi music yang sempurna dan teknik yang tiada duanya.
Salah satu yang paling dikenang dari Paganini adalah suatu peristiwa ketika ia mengadakan sebuah konser yang dihadiri oleh banyak penggemarnya. Pada saat  ia memainkan lagu ke -10, tiba-tiba terjadi suatu musibah, satu senar biolanya putus. Walaupun dengan kondisi tersebut, Paganini tetap memainkan biolanya dengan sangat baik. Cerita tidak berakhir di sana. Karena begitu serunya ia memainkan biola, tak lama kemudian senar kedua putus kemudian senar ketiga juga putus. Kini ia hanya punya satu senar tertinggal di biolanya.
Menurut Anda apakah mungkin seseorang bisa bermain biola dengan satu senar? Mustahil bukan? Namun Paganini membuktikan kehebatannya. Dengan segala keterbatasannya, ia tetap memainkan lagu dengan sangat baik. Sampai pada akhirnya ia menyelesaikan keseluruhan rangkaian lagu persembahannya. Itulah yang membuat ia dikenang sebagai sang pemain biola satu dawai.
Apa yang kita pelajari dari Paganini? Biola hanyalah alat bantu, baik tidaknya suatu karya tergantung siapa yang memainkannya. Seorang penjual/pengusaha yang hebat adalah mereka yang tetap mampu menghasilkan prestasi terbaik walaupun ada begitu banyak kesulitan dan keterbatasan yang dihadapinya.

Jangan cari alat bantu yang tidak Anda miliki, tetapi gunakanlah apa yang ada didepan Anda, apa yang Anda miliki saat ini. Dengan pengetahuan yang baik mengenai bagaimana menggunakan alat bantu tersebut dan dengan melakukan tugas Anda dengan sepenuh hati, percayalah Anda dapat menghasilkan prestasi yan terbaik.
(Copas)

Selasa, 15 Desember 2015

Menunjuk Diri

⭕ "Menunjuk Diri" ⭕

Di kereta Semarang Tegal nda sampe sampe, daripada menganggur mending menulis berbagi pengalaman. semoga Tulisan yang dibuat sambil menunggu sampai tujuan Tegal ini bermanfaat bagi semua pembaca...😊

Dulu Ada sebuah cerita menarik tentang seorang ayah yang sedang memarahi anaknya di Amerika,konon Di sana mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi pada jamannya sehingga orang tua di sana punya kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Terlihat seorang ayah dengan wajah memerah memarahi anaknya dengan berkata, "Kamu sudah umur 10 tahun masih kok seperti ini. Dulu Lincoln ketika berumur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua, mencari uang sendiri bahkan di sekolah selalu juara,sedangkan Kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu."

Anaknya yang mendengarkan berkali-kali berpikir dan lalu berkata, "Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?"

Fragmen cerita rekaan diatas Ini hanya sebuah cerminan dari kehidupan kita sehari hari, Kita sering membandingkan seseorang dengan orang lain. Kadang kita berkata, "Coba lihat anak nya si A atau suaminya si B,atau istrinya si C,..ia pintar bisa begini dan begitu." Tetapi kita lupa bahwa di tempat lain tersebut situasinya berdeda dengan situasi kita. sehingga menjadi kebiasaan kita sering menyalahkan orang atau the blaming game. Kemudian diikuti oleh perkataan, "Kamu kok tidak bisa seperti ini?" Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik ayahnya si A atau istrinya si B atau suaminya si C yang dibandingkan tersebut.

Ada juga bos yang memarahi anak buahnya dengan mengatakan "Kenapa kalian tidak bisa sebagus perusahaan ANU,mereka bisa mencapai tinggkat penjualan tinggi, semangat mereka bagus,dan lain2..." sedangkan di sisi lain si Bos mungkin lupa bahwa karyawan di perusahaan lain bisa jadi mendapatkan gaji yang lebih tinggi atau bisa jadi perusahaan lain memiliki bos yang baik hati.

inilah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita sering lupa, memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik. Tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya bahwa kita belum melakukan yang terbaik untuk orang lain dan kita pun banyak melakukan kesalahan, banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain.

Maka kesadaran reinstrospeksi terhadap diri sendiri atas setiap peristiwa yang terjadi ini penting untuk keberasilan kita dimasa depan. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, "Kalau saja anakku sepintar dia." Tetapi kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.

Sudah saatnya kita mulai melihat kedalam lagi pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain? Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.

Selalu lihat kedalam, tunjuk diri sendiri,lalu kemudian belajar untuk selalu memperbaiki diri adalah sifat pemenang, sehingga kesuksesan hanya masalah waktu saja,yang pasti akan datang.

🎯 Fitra Jaya Saleh (FJS) 🎯

Selasa, 15 September 2015

Pebisnis akhirat

Pebisnis Akhirat – AaGym
Posted by: AndySyauqi  in AaGym

Alhamdulillah! Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Meluaskan rezeki, menjadikan kita termasuk kepada golongan hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan berikhtiar sesuai dengan jalan yang Alloh ridhoi. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.
Saudaraku yang dirohmati Alloh, salah satu kegiatan yang dahulu dilakukan oleh Rosululloh Saw. adalah berbisnis. Sehingga melalui kegiatan bisnisnya ini kita bisa menyaksikan nilai-nilai tentang kejujuran, amanah dan tanggungjawab yang menjadi bagian dari sifat Rosululloh Saw. Kegiatan ini pula yang membuat masyarakat kaum Quraisy ketika itu semakin menggelari beliau sebagai Al Amiin, orang yang terpercaya.
Ada pebisnis dunia dan ada pebisnis akhirat. Maksudnya, ada pebisnis yang berorientasi hanya sebatas pada keuntungan-keuntungan duniawi. Namun, ada juga pebisnis yang berorientasi hingga keuntungan ukhrawi.
Pebisnis akhirat yakin bahwa rezeki itu hanya datang dari Alloh Swt. Dia yakin bahwa hanya Alloh yang kuasa menurunkan, menahan, memudahkan, mencukupkan rezeki bagi makhluk-Nya. Sedangkan bagi para pebisnis dunia, selalu menganggap bahwa rezeki datang dari makhluk.
Oleh karena itu, bagi yang yakin rezeki datang dari Alloh, dia tidak akan menjilat kepada makhluk. Karena dia tahu bahwa makhluk tidak lebih dari sekedar jalan dari Alloh Swt. Sebagai contoh, seorang pebisnis yang bertauhid, dia pasti ibadahnya bagus. Karena ia yakin bahwa Alloh menyukai ahli ibadah. Dia akan rajin dalam bekerja, bukan demi disukai oleh siapapun, dia rajin dalam bekerja semata-mata karena yakin bahwa itu adalah ladang ibadahnya di hadapan Alloh Swt.
Pebisnis akhirat tidak akan berbohong, tidak akan melontarkan sumpah palsu, tidak akan mengurangi timbangan, karena dia sangat yakin bahwa Alloh Swt. melihat apapun yang ia lakukan. Bahkan ia yakin bahwa Alloh Swt. mengetahui apa yang ada dalam isi hatinya yang paling tersembunyi sekalipun. Dia yakin bahwa berbuat curang bukanlah perbuatan yang disukai oleh Alloh Swt.
Kemudian, jika ia berbicara jujur kepada calon pembeli, ia sopan, santun, berwajah ceria, itu semua bukanlah supaya calon pembeli itu suka dan terpikat, melainkan agar Alloh Swt. suka. Baik orang itu jadi membeli ataupun tidak jadi membeli, baginya tidak jadi masalah, karena yang terpenting baginya adalah amal perbuatannya menjadi amal sholeh.
Oleh karena itu, pebinis akhirat akan senantiasa tenang. Ia senantiasa menikmati setiap babak dalam kegiatan bisnisnya. Dzikir tidak lepas dari hati dan lisannya, yang terlukiskan dalam perbuatannya. Ia tidak memandang pebisnis lain sebagai pesaing, karena ia yakin rezeki Alloh tidak akan tertukar.
Yang ditakuti oleh pebisnis akhirat adalah hati yang tidak ikhlas, hati yang kotor. Ia tidak takut pada ketiadaan rezeki. Namun, ia takut jika ia tidak sempurna ikhtiar di jalan yang Alloh ridhoi.
Pebisnis akhirat fokusnya adalah Alloh Yang Maha Kuasa, Alloh Yang Maha Melihat, Alloh Yang Maha Mengetahui, Alloh Yang Maha Memberi Rezeki. Ia berakhlak baik, bersikap profesional, tujuannya adalah agar Alloh Swt. ridho kepadanya.
Saudaraku, sungguh mudah bagi Alloh Swt. untuk melimpahkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga diri dalam berikhtiar agar tetap berada di jalan yang Alloh ridhoi. Bisnis yang berorientasi pada keuntungan akhirat, akan mendatangkan manfaat dan berkah tidak hanya di akhirat, melainkan sejak di dunia. In syaa Alloh![]

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Minggu, 23 Agustus 2015

Tiga perbuatan buat Ticket ke syurga

Tiga Perbuatan Buat 'Ticket' Syurga"

Dari Ali Ra, dia berkata; Rasululloh SAW bersabda: "Sesungguhnya di syurga ada sebuah kamar yang bagian dalamnya dapat terlihat dari luarnya dan bagian luarnya dapat terlihat dari bagian dalamnya." maka ada seorang arab pedesaan bertanya; "Wahai Rasulullah, untuk siapa itu?" beliau menjawab: "Untuk orang yang bagus ucapannya, memberi makan kepada orang lain dan orang yang shalat menghadap Allah di malam hari sementara orang-orang sedang tertidur." (HR. Ahmad : 1268)

Romadhon telah berlalu, dengan segala kenangan dan segala catatan amal, khusus 'dipersembahkan' untukNya, Pemilik Kesempurnaan, Pemilik sifat kasih sayang, dan semoga kembali suci bagai bayi, karena janji Beliau SAW terhadap ummatnya, semua dosa terampuni, termaafkan, sebagai 'hadiah' bagi mereka yang berpuasa dan menghidupkan malam selama satu bulan.

Seyogyanya kunci syurga telah 'digenggam', beriring merayakan hari kemenangan, kembali kepada kesucian, menjadi manusia dengan kepribadian yang indah setiap waktunya.

Hadits diatas menjadi solusi kongkrit buat mereka yang ingin terus 'menggenggam' kunci syurga hingga akhir hayatnya, bagus ucapan, suka memberi makan dan 'menghidupkan' malam saat banyak orang terlelap dalam kesenangan, sesungguhnya tidak terlalu sulit dan terlalu sederhana, cuma kadang keinginan kuat didalam hati buat menyongsong bahagia nanti yang tidak semua orang memiliki.

Bila ada yang berkata bahwa masuk syurga bukan karena amal seorang hamba, tetapi MUTLAK karena RAHMAT dari Alloh, maka pendapat tersebut adalah benar adanya nya, tetapi mereka juga perlu melengkapi pengetahuan agamanya dengan bacaan al-quran, bahwa RAHMAT Allah sangat dekat untuk mereka yang selalu berbuat kebaikan.

Mengamalkan hadits diatas, adalah sebuah ejawantah usaha melakukan kebaikan dan tentunya RAHMAT Allah akan selalu mengiringi, nah aman dah urusan semuanya.

Mari sdr/sahabatku... 
iringi ucapan dari sebuah keinginan untuk menjadi penghuni syurga dengan amal perbuatan yang kongkrit, jangan ingin secara verbal atau tulisan doang dah, lakukanlah, DO IT.

Wallahu A'lam Bisshowab.
Semoga Bermanfaat.
Copy.zainuri
😊❤👍

Tertipu waktu

TERTIPU WAKTU🌼
Waktu berlalu begitu halus menipu. Tadi pagi belum sempat dzikir pagi tau2 sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi matahari sudah meninggi.
Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, tiba2 adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya sih setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal surat al Waqi'ah yang hanya 96 ayat. Tapi ya itu, "pinginnya itu" sudah setahun yang lalu dan kebiasaan itu belum terlaksana.
Ada sebenarnya komitmen diri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. Dan komitmen itu belum dilaksanakan sejak 2 tahun lewat. Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga harus menangis dalam taubat.
Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim apa miskin, yang di santuni tiap bulannya. Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, dan itu sudah berlangsung sekitar 3 tahunan yang lalu...
Akan terus beginikah nasib "hidup" kita menghabis-habiskan umur ?! Berhura-hura dengan usia ?! Tiba2 masuklah usia di angka 30 sebentar kemudian 40 tahun. Tak lama terasa kemudian orang memanggil kita dengan sebutan "mbah.." pertanda kita sudah tua. Uban yang mulai menghias kepala, keriput yang menghias kulit, tenaga yang tidak seberapa.
Menunggu ajal tiba...sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa. Astaghfirulloh..tak seberapa, sedekah dan wakaf juga sekedarnya, malah banyakan harta yang kita makan, buat tanah, rumah, usaha dan katanya untuk investasi dan ninggalin anak cucu yang belum tentu mereka suka.
Jika demikian..Apakah ruh tidak melolong menjerit saat harus berpisah dari tubuh..?! Tambahkan usiaku ya Alloh !. Aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal ..Belum cukupkah main2mu selama 50 tahun atau 60 tahun ? Butuh berapa tahun lagi untuk mengulang pagi, sore, hari, minggu, bulan dan tahun yang sama ! Tanpa pernah merasa kehilangan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya. Tidak akan pernah cukup 1000 tahun bagi yang terlena...
Astaghfirullah....

Minggu, 09 Agustus 2015

Ketika Umurku sudah 40 Tahun

"KETIKA UMURKU SUDAH 40 TAHUN"

1. Umur 40 tahun merupakan puncaknya masa2 remaja…ibarat kita sedang dipuncak gunung lalu setelah itu kita akan berjalan turun, apakah lambat atau cepat untuk sampai tujuan (alam kubur)….

2. Umur 40 tahun berada pada persimpangan jalan terakhir apakah akan lebih baik atau malah lebih buruk ketika di akhir perjalan kehidupannya karena umur umat nabi Muhammad antara 60 hingga 70 tahun atau lebih dari itu…

3. Umur 40 tahun sudah saatnya semakin memperbanyak ibadah hingga ajal menjemput dan perbanyak berdoa agar diwafatkan dalam keadaan muslim dan dikumpulkan bersama orang2 muslim.

4. Umur 40 tahun perbanyak istighfar memohon ampun pada Allah atas dosa2 yang telah kita lakukan dimasa lalu (Taubatan nasuha).

5. Umur 40 tahun perbanyak berdoa agar anak2 keturunan kita menjadi anak2 yang shalih yang ikhlas mendoakan orang tuanya baik ketika masih hidup maupun sudah tiada…

6. Umur 40 tahun jangan sampai melenakan kita dari kecintaan pada harta dan anak2 kita secara berlebihan, maka infaqkanlah dijalan Allah sebagian rizqi yang telah Allah karuniakan pada kita.

7. Umur 40 tahun (terutama ikhwan) wajib semakin berbakti dan berbuat baik kepada orangtua jika masih hidup karena kita dan harta kita milik orang tua kita, maka perbanyak doa agar kita bisa mensyukuri nikmat yang begitu besar yang telah Allah berikan pada kita…jika orang tua kita sudah tiada maka doakan mereka dan kunjungi teman2 akrab orang tua kita yang masih hidup dan berbuat baiklah pada mereka.

8. Umur 40 tahun agar melazimkan doa sebagaimana dalam firman Allah QS. Al Ahqaf : 15

رَبِّ أَوزِعنِي أَن أَشكُرَنِعمَتَكَ الَّتِي أَنعَمتَ عَلَىَّ وَعَلَىوَلِدَىَّ وَأَن أَعمَلَ صَلِحًاتَرضَهُ وَأَصلِح لِىفِى ذُرِّيَّتِي إِنِّى تُبتُ إِلَيكَ وَإِنِّى مِنَ المُسلِمِينَ

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMU yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri."

Sebagai penutup ingatlah wahai saudaraku… sesungguhnya sebaik2 manusia adalah yang umurnya panjang dan banyak amalnya (sesuai dengan sunnah).

Dan ingatlah tentang 3 manusia yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan mendapat siksa yang pedih diantaranya :
1. Orang tua yang berzina
2. Penguasa yang bohong (pendusta)
3. Orang miskin yang sombong

Maka waspadalah terutama kita2 yang sudah berumur 40 tahun…

الله أعلم

Diringkas dari kajian ustadz Dr. Syafiq Reza Basalamah