Selasa, 15 Desember 2015

Menunjuk Diri

⭕ "Menunjuk Diri" ⭕

Di kereta Semarang Tegal nda sampe sampe, daripada menganggur mending menulis berbagi pengalaman. semoga Tulisan yang dibuat sambil menunggu sampai tujuan Tegal ini bermanfaat bagi semua pembaca...😊

Dulu Ada sebuah cerita menarik tentang seorang ayah yang sedang memarahi anaknya di Amerika,konon Di sana mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi pada jamannya sehingga orang tua di sana punya kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Terlihat seorang ayah dengan wajah memerah memarahi anaknya dengan berkata, "Kamu sudah umur 10 tahun masih kok seperti ini. Dulu Lincoln ketika berumur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua, mencari uang sendiri bahkan di sekolah selalu juara,sedangkan Kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu."

Anaknya yang mendengarkan berkali-kali berpikir dan lalu berkata, "Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?"

Fragmen cerita rekaan diatas Ini hanya sebuah cerminan dari kehidupan kita sehari hari, Kita sering membandingkan seseorang dengan orang lain. Kadang kita berkata, "Coba lihat anak nya si A atau suaminya si B,atau istrinya si C,..ia pintar bisa begini dan begitu." Tetapi kita lupa bahwa di tempat lain tersebut situasinya berdeda dengan situasi kita. sehingga menjadi kebiasaan kita sering menyalahkan orang atau the blaming game. Kemudian diikuti oleh perkataan, "Kamu kok tidak bisa seperti ini?" Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik ayahnya si A atau istrinya si B atau suaminya si C yang dibandingkan tersebut.

Ada juga bos yang memarahi anak buahnya dengan mengatakan "Kenapa kalian tidak bisa sebagus perusahaan ANU,mereka bisa mencapai tinggkat penjualan tinggi, semangat mereka bagus,dan lain2..." sedangkan di sisi lain si Bos mungkin lupa bahwa karyawan di perusahaan lain bisa jadi mendapatkan gaji yang lebih tinggi atau bisa jadi perusahaan lain memiliki bos yang baik hati.

inilah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita sering lupa, memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik. Tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya bahwa kita belum melakukan yang terbaik untuk orang lain dan kita pun banyak melakukan kesalahan, banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain.

Maka kesadaran reinstrospeksi terhadap diri sendiri atas setiap peristiwa yang terjadi ini penting untuk keberasilan kita dimasa depan. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, "Kalau saja anakku sepintar dia." Tetapi kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.

Sudah saatnya kita mulai melihat kedalam lagi pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain? Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.

Selalu lihat kedalam, tunjuk diri sendiri,lalu kemudian belajar untuk selalu memperbaiki diri adalah sifat pemenang, sehingga kesuksesan hanya masalah waktu saja,yang pasti akan datang.

🎯 Fitra Jaya Saleh (FJS) 🎯

Selasa, 15 September 2015

Pebisnis akhirat

Pebisnis Akhirat – AaGym
Posted by: AndySyauqi  in AaGym

Alhamdulillah! Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Meluaskan rezeki, menjadikan kita termasuk kepada golongan hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan berikhtiar sesuai dengan jalan yang Alloh ridhoi. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.
Saudaraku yang dirohmati Alloh, salah satu kegiatan yang dahulu dilakukan oleh Rosululloh Saw. adalah berbisnis. Sehingga melalui kegiatan bisnisnya ini kita bisa menyaksikan nilai-nilai tentang kejujuran, amanah dan tanggungjawab yang menjadi bagian dari sifat Rosululloh Saw. Kegiatan ini pula yang membuat masyarakat kaum Quraisy ketika itu semakin menggelari beliau sebagai Al Amiin, orang yang terpercaya.
Ada pebisnis dunia dan ada pebisnis akhirat. Maksudnya, ada pebisnis yang berorientasi hanya sebatas pada keuntungan-keuntungan duniawi. Namun, ada juga pebisnis yang berorientasi hingga keuntungan ukhrawi.
Pebisnis akhirat yakin bahwa rezeki itu hanya datang dari Alloh Swt. Dia yakin bahwa hanya Alloh yang kuasa menurunkan, menahan, memudahkan, mencukupkan rezeki bagi makhluk-Nya. Sedangkan bagi para pebisnis dunia, selalu menganggap bahwa rezeki datang dari makhluk.
Oleh karena itu, bagi yang yakin rezeki datang dari Alloh, dia tidak akan menjilat kepada makhluk. Karena dia tahu bahwa makhluk tidak lebih dari sekedar jalan dari Alloh Swt. Sebagai contoh, seorang pebisnis yang bertauhid, dia pasti ibadahnya bagus. Karena ia yakin bahwa Alloh menyukai ahli ibadah. Dia akan rajin dalam bekerja, bukan demi disukai oleh siapapun, dia rajin dalam bekerja semata-mata karena yakin bahwa itu adalah ladang ibadahnya di hadapan Alloh Swt.
Pebisnis akhirat tidak akan berbohong, tidak akan melontarkan sumpah palsu, tidak akan mengurangi timbangan, karena dia sangat yakin bahwa Alloh Swt. melihat apapun yang ia lakukan. Bahkan ia yakin bahwa Alloh Swt. mengetahui apa yang ada dalam isi hatinya yang paling tersembunyi sekalipun. Dia yakin bahwa berbuat curang bukanlah perbuatan yang disukai oleh Alloh Swt.
Kemudian, jika ia berbicara jujur kepada calon pembeli, ia sopan, santun, berwajah ceria, itu semua bukanlah supaya calon pembeli itu suka dan terpikat, melainkan agar Alloh Swt. suka. Baik orang itu jadi membeli ataupun tidak jadi membeli, baginya tidak jadi masalah, karena yang terpenting baginya adalah amal perbuatannya menjadi amal sholeh.
Oleh karena itu, pebinis akhirat akan senantiasa tenang. Ia senantiasa menikmati setiap babak dalam kegiatan bisnisnya. Dzikir tidak lepas dari hati dan lisannya, yang terlukiskan dalam perbuatannya. Ia tidak memandang pebisnis lain sebagai pesaing, karena ia yakin rezeki Alloh tidak akan tertukar.
Yang ditakuti oleh pebisnis akhirat adalah hati yang tidak ikhlas, hati yang kotor. Ia tidak takut pada ketiadaan rezeki. Namun, ia takut jika ia tidak sempurna ikhtiar di jalan yang Alloh ridhoi.
Pebisnis akhirat fokusnya adalah Alloh Yang Maha Kuasa, Alloh Yang Maha Melihat, Alloh Yang Maha Mengetahui, Alloh Yang Maha Memberi Rezeki. Ia berakhlak baik, bersikap profesional, tujuannya adalah agar Alloh Swt. ridho kepadanya.
Saudaraku, sungguh mudah bagi Alloh Swt. untuk melimpahkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga diri dalam berikhtiar agar tetap berada di jalan yang Alloh ridhoi. Bisnis yang berorientasi pada keuntungan akhirat, akan mendatangkan manfaat dan berkah tidak hanya di akhirat, melainkan sejak di dunia. In syaa Alloh![]

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Minggu, 23 Agustus 2015

Tiga perbuatan buat Ticket ke syurga

Tiga Perbuatan Buat 'Ticket' Syurga"

Dari Ali Ra, dia berkata; Rasululloh SAW bersabda: "Sesungguhnya di syurga ada sebuah kamar yang bagian dalamnya dapat terlihat dari luarnya dan bagian luarnya dapat terlihat dari bagian dalamnya." maka ada seorang arab pedesaan bertanya; "Wahai Rasulullah, untuk siapa itu?" beliau menjawab: "Untuk orang yang bagus ucapannya, memberi makan kepada orang lain dan orang yang shalat menghadap Allah di malam hari sementara orang-orang sedang tertidur." (HR. Ahmad : 1268)

Romadhon telah berlalu, dengan segala kenangan dan segala catatan amal, khusus 'dipersembahkan' untukNya, Pemilik Kesempurnaan, Pemilik sifat kasih sayang, dan semoga kembali suci bagai bayi, karena janji Beliau SAW terhadap ummatnya, semua dosa terampuni, termaafkan, sebagai 'hadiah' bagi mereka yang berpuasa dan menghidupkan malam selama satu bulan.

Seyogyanya kunci syurga telah 'digenggam', beriring merayakan hari kemenangan, kembali kepada kesucian, menjadi manusia dengan kepribadian yang indah setiap waktunya.

Hadits diatas menjadi solusi kongkrit buat mereka yang ingin terus 'menggenggam' kunci syurga hingga akhir hayatnya, bagus ucapan, suka memberi makan dan 'menghidupkan' malam saat banyak orang terlelap dalam kesenangan, sesungguhnya tidak terlalu sulit dan terlalu sederhana, cuma kadang keinginan kuat didalam hati buat menyongsong bahagia nanti yang tidak semua orang memiliki.

Bila ada yang berkata bahwa masuk syurga bukan karena amal seorang hamba, tetapi MUTLAK karena RAHMAT dari Alloh, maka pendapat tersebut adalah benar adanya nya, tetapi mereka juga perlu melengkapi pengetahuan agamanya dengan bacaan al-quran, bahwa RAHMAT Allah sangat dekat untuk mereka yang selalu berbuat kebaikan.

Mengamalkan hadits diatas, adalah sebuah ejawantah usaha melakukan kebaikan dan tentunya RAHMAT Allah akan selalu mengiringi, nah aman dah urusan semuanya.

Mari sdr/sahabatku... 
iringi ucapan dari sebuah keinginan untuk menjadi penghuni syurga dengan amal perbuatan yang kongkrit, jangan ingin secara verbal atau tulisan doang dah, lakukanlah, DO IT.

Wallahu A'lam Bisshowab.
Semoga Bermanfaat.
Copy.zainuri
😊❤👍

Tertipu waktu

TERTIPU WAKTU🌼
Waktu berlalu begitu halus menipu. Tadi pagi belum sempat dzikir pagi tau2 sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi matahari sudah meninggi.
Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, tiba2 adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya sih setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal surat al Waqi'ah yang hanya 96 ayat. Tapi ya itu, "pinginnya itu" sudah setahun yang lalu dan kebiasaan itu belum terlaksana.
Ada sebenarnya komitmen diri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. Dan komitmen itu belum dilaksanakan sejak 2 tahun lewat. Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga harus menangis dalam taubat.
Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim apa miskin, yang di santuni tiap bulannya. Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, dan itu sudah berlangsung sekitar 3 tahunan yang lalu...
Akan terus beginikah nasib "hidup" kita menghabis-habiskan umur ?! Berhura-hura dengan usia ?! Tiba2 masuklah usia di angka 30 sebentar kemudian 40 tahun. Tak lama terasa kemudian orang memanggil kita dengan sebutan "mbah.." pertanda kita sudah tua. Uban yang mulai menghias kepala, keriput yang menghias kulit, tenaga yang tidak seberapa.
Menunggu ajal tiba...sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa. Astaghfirulloh..tak seberapa, sedekah dan wakaf juga sekedarnya, malah banyakan harta yang kita makan, buat tanah, rumah, usaha dan katanya untuk investasi dan ninggalin anak cucu yang belum tentu mereka suka.
Jika demikian..Apakah ruh tidak melolong menjerit saat harus berpisah dari tubuh..?! Tambahkan usiaku ya Alloh !. Aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal ..Belum cukupkah main2mu selama 50 tahun atau 60 tahun ? Butuh berapa tahun lagi untuk mengulang pagi, sore, hari, minggu, bulan dan tahun yang sama ! Tanpa pernah merasa kehilangan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya. Tidak akan pernah cukup 1000 tahun bagi yang terlena...
Astaghfirullah....

Minggu, 09 Agustus 2015

Ketika Umurku sudah 40 Tahun

"KETIKA UMURKU SUDAH 40 TAHUN"

1. Umur 40 tahun merupakan puncaknya masa2 remaja…ibarat kita sedang dipuncak gunung lalu setelah itu kita akan berjalan turun, apakah lambat atau cepat untuk sampai tujuan (alam kubur)….

2. Umur 40 tahun berada pada persimpangan jalan terakhir apakah akan lebih baik atau malah lebih buruk ketika di akhir perjalan kehidupannya karena umur umat nabi Muhammad antara 60 hingga 70 tahun atau lebih dari itu…

3. Umur 40 tahun sudah saatnya semakin memperbanyak ibadah hingga ajal menjemput dan perbanyak berdoa agar diwafatkan dalam keadaan muslim dan dikumpulkan bersama orang2 muslim.

4. Umur 40 tahun perbanyak istighfar memohon ampun pada Allah atas dosa2 yang telah kita lakukan dimasa lalu (Taubatan nasuha).

5. Umur 40 tahun perbanyak berdoa agar anak2 keturunan kita menjadi anak2 yang shalih yang ikhlas mendoakan orang tuanya baik ketika masih hidup maupun sudah tiada…

6. Umur 40 tahun jangan sampai melenakan kita dari kecintaan pada harta dan anak2 kita secara berlebihan, maka infaqkanlah dijalan Allah sebagian rizqi yang telah Allah karuniakan pada kita.

7. Umur 40 tahun (terutama ikhwan) wajib semakin berbakti dan berbuat baik kepada orangtua jika masih hidup karena kita dan harta kita milik orang tua kita, maka perbanyak doa agar kita bisa mensyukuri nikmat yang begitu besar yang telah Allah berikan pada kita…jika orang tua kita sudah tiada maka doakan mereka dan kunjungi teman2 akrab orang tua kita yang masih hidup dan berbuat baiklah pada mereka.

8. Umur 40 tahun agar melazimkan doa sebagaimana dalam firman Allah QS. Al Ahqaf : 15

رَبِّ أَوزِعنِي أَن أَشكُرَنِعمَتَكَ الَّتِي أَنعَمتَ عَلَىَّ وَعَلَىوَلِدَىَّ وَأَن أَعمَلَ صَلِحًاتَرضَهُ وَأَصلِح لِىفِى ذُرِّيَّتِي إِنِّى تُبتُ إِلَيكَ وَإِنِّى مِنَ المُسلِمِينَ

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMU yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri."

Sebagai penutup ingatlah wahai saudaraku… sesungguhnya sebaik2 manusia adalah yang umurnya panjang dan banyak amalnya (sesuai dengan sunnah).

Dan ingatlah tentang 3 manusia yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan mendapat siksa yang pedih diantaranya :
1. Orang tua yang berzina
2. Penguasa yang bohong (pendusta)
3. Orang miskin yang sombong

Maka waspadalah terutama kita2 yang sudah berumur 40 tahun…

الله أعلم

Diringkas dari kajian ustadz Dr. Syafiq Reza Basalamah

Jumat, 01 Mei 2015

Disiplin waktu penting looh

Lima Disiplin – Bagian 2. Disiplin Waktu
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar setiap isi hati senantiasa memberikan bimbingan kepada kita sehingga kita senantiasa istiqomah di dalam ketaatan kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Aspek disiplin yang kedua adalah disiplin waktu. Waktu adalah modal kita yang teramat berharga di dalam menjalani kehidupan dunia. Waktu tidak pernah bisa kita tahan barang semenit atau sedetik pun. Jikalau kita beristirahat, maka waktu tetap bergulir. Waktu selalu berjalan ke depan, tidak pernah bisa berjalan mundur kembali meski sejengkal saja. Maka, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa waktu adalah hal yang paling berharga di dunia.
Saudaraku, Alloh Swt. memberikan modal waktu yang sama kepada setiap orang. Banyaknya dua puluh empat jam sehari semalam. Dalam rentang waktu tersebut, ada orang yang mampu menyelesakan beberapa amanah tugas atau pekerjaan. Dalam rentang waktu tersebut pula ada orang yang mampu menghafalkan beberapa ayat atau surat di dalam Al Quran, atau mengulang kembali hafalannya sehingga lebih kuat. Dalam rentang waktu tersebut pula ada yang mampu memaksimalkan shalat fardhu di awal waktu, lengkap dengan shalat sunnah dan sedekah.
Akan tetapi, dalam rentang waktu dua puluh empat jam itu ada juga orang yang tidak banyak mendapatkan apa-apa. Waktunya berlalu begitu saja, tanpa bisa ia isi dengan amal sholeh. Lebih menyedihkan lagi, ada orang yang dalam rentang waktu itu malah berisi perbuatan sia-sia, bahkan kemaksiatan. Na’udzubillahi mindzalik. Sungguh rugi orang yang seperti ini.
Alloh Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3)
Maka saudaraku, penting sekali bagi kita untuk bisa memaksimalkan waktu yang kita miliki dengan amal ibadah. Karena sedetik pun waktu yang kita lalu pasti akan ada perhitungannya di hadapan Alloh Swt.
Buatlah program dan target untuk mengisi waktu kita. Dari harian, mingguan, bulanan, atau lebih dari itu. Jangan miliki kebiasaan telat. Jangan pula punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Bertekadlah selalu datang lebih awal. Dan berupayalah untuk segera menunaikan pekerjaan hingga tuntas, karena boleh jadi setelah pekerjaan itu, akan berdatangan pekerjaan lainnya. Jangan menunda-nunda. Gunakan kesempatan yang ada untuk melakukan yang terbaik.
Menyia-nyiakan waktu berarti tidak mensyukuri modal waktu yang telah Alloh Swt. berikan kepada kita. Selain akan menjadikan kita orang yang tidak produktif, menyia-nyiakan waktu juga akan membuat kita rugi di akhirat.
Semoga Alloh selalu melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu bermujahadah untuk disiplin mengisi waktu dengan hal-hal positif dan produktif dalam rangka beribadah kepada Alloh Swt. Hanya orang yang menggunakan waktunya sebagaimana yang Alloh sukai, yang akan mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat. Wallohua’lam bishowab.[]

Kamis, 09 April 2015

Niaga Menjadi Ibadah (Aagym)

Niaga Menjadi Ibadah – AaGym
Alhamdulillah! Tak ada satupun perkataan dan bisikan kecuali pasti Alloh Swt. mendengarnya. Tak ada satupun perbuatan dan rahasia kecuali pasti Alloh Swt. menyaksikannya. Tak ada satupun peristiwa sekecil apapun kecuali pasti Alloh Swt. mengetahuinya. Subhaanalloh! Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku, bagi kita sebagai muslim, setiap aktifitas haruslah menjadi ibadah. Termasuk urusan jual beli. Karena waktu adalah bekal pulang kita, dan jual beli pastilah menggunakan waktu.
Sesuatu menjadi ibadah syaratnya minimal ada dua. Pertama, niatnya lurus lillaahi ta’ala. Kedua, caranya baik dan benar sesuai yang diridhoi oleh Alloh Swt dan dicontohkan oleh Rosululloh Saw.
Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa hanya Alloh Swt. yang kuasa memberi rezeki, ini akan membuatnya berbeda dengan orang yang sekedar bisnis biasa. Bagi pecinta akhirat, bisnis adalah ibadah. Sedangkan bagi pecinta dunia, akan berpikir bahwa rezeki itu datang dari makhluk.
Bagi orang yang yakin kepada Alloh Swt., dia akan ajeg tak mudah goyah meyakini bahwa rezeki hanyalah datang dari Alloh Swt. Kita diciptakan oleh Alloh Swt. secara lengkap dengan rezekinya. Alloh Swt. berfirman, “Tidak ada satupun makhluk melata di bumi ini melainkan dicukupi rezekinya oleh Alloh.” (QS. Huud [11] : 6)
Artinya, Alloh Swt. tidaklah menyuruh kita untuk mencari rezeki, melainkan Alloh menyuruh kita untuk menjemput rezeki. Ada perbedaan antara ‘mencari’ dan ‘menjemput’. Kalau ‘mencari’ itu antara ada dan tiada, sedangkan ‘menjemput’ itu pasti ada, hanya saja apakah kita terampil untuk mendapatkannya ataukah tidak. Gambarannya seperti kita menjemput anak yang sedang berada di blok M, tapi kita malah menjemput ke blok C, tentu tidak akan bertemu.
Alloh Swt. telah menebarkan rezeki-Nya di alam raya ini, bahkan tidak jauh dari tempat kita berada. Hanya saja apakah cara kita mendapatkannya baik dan benar sesuai dengan tuntunan-Nya, maka itu akan mempengaruhi keberkahan rezeki kita.
Perniagaan atau bisnis kita adalah ladang amal sholeh bagi kita, cara kita menjemput rezeki yang telah Alloh janjikan bagi kita. Maka, menjemputnya mestilah dengan langkah-langkah yang ada dalam ridho Alloh Swt. Sehingga perniagaan kita tidak hanya mendatangkan kemanfaatan di dunia semata, melainkan juga menjadi investasi jangka panjang bagi kita di akhirat kelak. Mari, menjadikan perniagaan kita sebagai amal sholeh kita.[]

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Kamis, 12 Maret 2015

Syarat menjadi agen mutif disc sd 35%

Berikut syarat agen mutif atau sub agen, detail bisa langsung WA atau telp ke mutif gresik distributor resmi
081230999648. Semoga barokah.

Senin, 09 Maret 2015

Anak Aagym menikah dengan mahar 30 juz

KH Abdullah Gymnastiar menikahkan putri ketiganya, Ghaitsa Zahira, dengan seorang pemuda bernama Maulana Yusuf. Istimewanya, Yusuf menikahi putri Aa Gym ini dengan hafalan Alquran 30 juz sebagai maharnya.

Keduanya menikah Minggu, (8/3) kemarin. Yusuf perlu waktu seharian untuk membacakan hapalan Alquran tersebut sebelum ijab kabul digelar.

"Alhamdulillah mohon doa dari semua sahabat sekalian, Aa sangat bersyukur Ghaitsa Zahira sofa mendapatkan jodoh Maulana Yusuf yang sama sama penghafal quran semoga menjadi pengamal Alquran," kata Aa Gym.

"Semoga Alloh memberikan keberkahan bagi keduanya aamiiin Terima kasih kasih banyak bagi yang hadir dan yang berniat hadir serta yg mendukung dengan semua kebaikan jazaakalloh Khoiron katsiro," lanjutnya.

Saat Maulana membacakan hapalan Alquran, banyak yang menangis terharu. Mereka mendoakan pasangan yang sama-sama penghapal Alquran ini. Saat pernikahan ini diposting di media sosial pun banyak yang memuji pernikahan ini.

Minggu, 08 Maret 2015

Berinfaq Di Jalan Allah

ALLAH SWT berfirman :

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah ayat 261).

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan peembayaran kepadanya dengan kelipatan yang banyak. Dan Allah menyemitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan,” (QS. Al-Baqarah ayat 245).

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kaum muslimin untuk berinfak di jalan-Nya. Allah menyebut infak sebagai pinjaman untuk menegaskan bahwa harta itu pasti dikembalikan. Dan Allah akan mengembalikan pinjaman itu kepad orangnya dengan jumlah yang lebih banyak. Lebih banyak menurut Allah berarti tidak terhitung. Sadari bahwa Allah lah yang meluaskan atau menyempitkan rezeki. Oleh karena itu, berinfaklah dan jangan pedulikan karena rezeki mutlak berada dalam kekuasaan-Nya. Dia maha kuasa untukk menyemitkan orang yang Dia kehendaki, dan maha kuasa pula untuk meluaskannya bagi yang Dia kehendaki. [reni/islampos]

Sumber: Kiat Menjadi Muslimah Seutuhnya/karya: Adnan Tharsyah/Penerbit: Senayan Publishing