Selasa, 15 Desember 2015

Menunjuk Diri

⭕ "Menunjuk Diri" ⭕

Di kereta Semarang Tegal nda sampe sampe, daripada menganggur mending menulis berbagi pengalaman. semoga Tulisan yang dibuat sambil menunggu sampai tujuan Tegal ini bermanfaat bagi semua pembaca...😊

Dulu Ada sebuah cerita menarik tentang seorang ayah yang sedang memarahi anaknya di Amerika,konon Di sana mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi pada jamannya sehingga orang tua di sana punya kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Terlihat seorang ayah dengan wajah memerah memarahi anaknya dengan berkata, "Kamu sudah umur 10 tahun masih kok seperti ini. Dulu Lincoln ketika berumur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua, mencari uang sendiri bahkan di sekolah selalu juara,sedangkan Kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu."

Anaknya yang mendengarkan berkali-kali berpikir dan lalu berkata, "Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?"

Fragmen cerita rekaan diatas Ini hanya sebuah cerminan dari kehidupan kita sehari hari, Kita sering membandingkan seseorang dengan orang lain. Kadang kita berkata, "Coba lihat anak nya si A atau suaminya si B,atau istrinya si C,..ia pintar bisa begini dan begitu." Tetapi kita lupa bahwa di tempat lain tersebut situasinya berdeda dengan situasi kita. sehingga menjadi kebiasaan kita sering menyalahkan orang atau the blaming game. Kemudian diikuti oleh perkataan, "Kamu kok tidak bisa seperti ini?" Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik ayahnya si A atau istrinya si B atau suaminya si C yang dibandingkan tersebut.

Ada juga bos yang memarahi anak buahnya dengan mengatakan "Kenapa kalian tidak bisa sebagus perusahaan ANU,mereka bisa mencapai tinggkat penjualan tinggi, semangat mereka bagus,dan lain2..." sedangkan di sisi lain si Bos mungkin lupa bahwa karyawan di perusahaan lain bisa jadi mendapatkan gaji yang lebih tinggi atau bisa jadi perusahaan lain memiliki bos yang baik hati.

inilah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita sering lupa, memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik. Tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya bahwa kita belum melakukan yang terbaik untuk orang lain dan kita pun banyak melakukan kesalahan, banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain.

Maka kesadaran reinstrospeksi terhadap diri sendiri atas setiap peristiwa yang terjadi ini penting untuk keberasilan kita dimasa depan. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, "Kalau saja anakku sepintar dia." Tetapi kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.

Sudah saatnya kita mulai melihat kedalam lagi pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain? Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.

Selalu lihat kedalam, tunjuk diri sendiri,lalu kemudian belajar untuk selalu memperbaiki diri adalah sifat pemenang, sehingga kesuksesan hanya masalah waktu saja,yang pasti akan datang.

🎯 Fitra Jaya Saleh (FJS) 🎯

Tidak ada komentar:

Posting Komentar